Nuni's Blog

Sesungguhnya manusia bisa merubah kehidupan mereka dengan merubah cara berpikir mereka

Bursa Eropa Terguncang, AKANKAH Perbankan syariah Indonesia oleng ketika Dubai World Gagal Bayar?? Desember 1, 2009

Filed under: Dunia Ekonomi — nuninurwidya @ 6:19 pm

Pada pertengahan November lalu, secara mengejutkan Dubai World mengumumkan kondisi gagal bayar atas sebagian obligasinya yang jatuh tempo. Langkah tersebut langsung menimbulkan guncangan di Bursa Eropa.

dikutip dari Reuters (26 November 2009), pemerintah Dubai menyatakan Dubai World ingin meminta kepada seluruh penyedia pembiayaan Dubai World dan Nakheel untuk ‘standstill’ (kondisi tidak membayar utang) dan memperpanjang jatuh tempo menjadi paling tidak 30 Mei 2010.

Nakheel, anak usaha Dubai World tercatat memiliki obligasi syariah US$ 3,5 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember dan utang lain senilai US$ 980 juta yang jatuh tempo 13 Mei 2010. Nakheel yang merupakan pengembang properti terkemuka itu sempat menjadi raja ketika terjadi booming konstruksi. Sementara Limitless, pengembang yang juga anak usaha Dubai World lainnya tercatat memiliki utang obligasi syariah senilai US$ 1,2 miliar yang jatuh tempo pada 31 Maret 2010. Sehingga Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar. Pemerintah Dubai mengumumkan telah menunjuk konsultan Deloitte untuk membantu restrukturisasi utang obligasi tersebut.

Pengumuman tersebut langsung mengguncang pasar finansial global, bahkan bursa Eropa langsung berguguran. Bursa Prancis bahkan langsung merosot hingga 2, 06% ke level 3.730,62 pada awal perdagangan Kamis (26 November 2009). Bursa Eropa juga tertekan oleh terus merosotnya dolar AS.

Seorang analis dari Global Equities seperti dikutip dari AFP, Xavier de Villepion menyatakan analisisnya, Pelemahan dolar telah menyebabkan bursa Asia merosot, dan menyeret Bursa Eropa. Gagal bayar sebagian utang Dubai telah memberikan rasa tidak nyaman dan krisis kepercayaan pada saat yang sama ketika muncul kekhawatiran memuncaknya jumlah utang public.

Meski pengumuman gagal bayar itu dilakukan setelah penutupan pasar saham Dubai menjelang libur panjang, namun nilai obligasi Nakheel tahun 2009 merosot hingga 27%. Sehingga Hal terakhir yang akan kita lihat adalah efek domino yang menyebabkan sejumlah kewajiban utang harus diperpanjang. Dan kondisi ini akan diterima sangat buruk oleh pasar global tak terkecuali Indonesia.

Pasalnya pada pertengahan Mei lalu (Jumat, 15 Mei 2009), Pakar perbankan syariah Muhammad Syafii Antonio mengatakan Dubai dan Bahrain sedang bersaing menjadi pemain utama perbankan syariah di dunia.

Dubai berambisi menjadi pusat ekonomi syariah dunia, melalui Dubai Bank yang berencana membuka 20 cabang di seluruh dunia dan Indonesia merupakan potensi investasi terbesar untuk Dubai. Menurut data yang penulis ambil dari Harian Kompas, kurang lebih dana senilai 700 miliar dolar US$ yang dikelola oleh 396 bank syariah terbesar di 53 negara dengan rata-rata pertumbuhan 15% diintervensi oleh Dubai.

Dengan kondisi Dubai World sebagai penerbit sukuk terbesar di dunia yang mengalami gagal bayar, secara otomatis hal ini mengganggu prospek pemerintah lewat penerbitan sukuk atau SBSN/ Surat Berharga Syariah Negara, seperti yang dinyatakan Dirjen Pengelolaan Utang Dep. Keuangan, Rahmat Waluyo (Sabtu/ 28 November 2009). Dinyatakan juga oleh Economist Danareksa Purbaya, Yhudi Sadewa: dalam jangka pendek akan menimbulkan efek negative di pasar maupun rupiah walaupun tidak sampai hancur melemah hingga di atas Rp. 10 ribu/ dolar AS, paling fluktuasi maksimal Rp. 9.500/ dolar AS.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s